Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu berhadapan dengan berbagai fenomena, baik yang terjadi di alam maupun dalam kehidupan sosial. Fenomena-fenomena tersebut sering kali menimbulkan rasa ingin tahu—mengapa sesuatu bisa terjadi, bagaimana prosesnya, dan apa akibatnya. Untuk menjawab rasa ingin tahu itu, kita membutuhkan teks yang mampu menjelaskan secara logis dan runtut. Teks yang memiliki fungsi menjelaskan itulah yang disebut teks eksplanasi.
Teks eksplanasi bukan sekadar laporan atau deskripsi; ia menyajikan penjelasan sebab-akibat dan proses terjadinya sesuatu berdasarkan data atau fakta. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang struktur teks eksplanasi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, hingga contoh penerapannya dalam kehidupan nyata.
Pengertian Teks Eksplanasi
Secara etimologis, kata eksplanasi berasal dari bahasa Inggris explanation yang berarti penjelasan. Maka, teks eksplanasi dapat diartikan sebagai teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena, baik fenomena alam, sosial, budaya, maupun ilmiah.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan hubungan kausalitas (sebab-akibat) dari suatu peristiwa atau kejadian. Dengan kata lain, teks ini menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” suatu fenomena bisa terjadi.
Contohnya, teks tentang terjadinya hujan, proses gunung meletus, atau terbentuknya pelangi termasuk teks eksplanasi alam. Sedangkan teks tentang kemacetan lalu lintas, pengangguran, atau globalisasi termasuk teks eksplanasi sosial.
Tujuan Teks Eksplanasi
Tujuan utama teks eksplanasi adalah memberikan pemahaman kepada pembaca tentang suatu proses atau peristiwa secara logis dan sistematis. Beberapa tujuan spesifiknya antara lain:
-
Memberi informasi faktual tentang fenomena tertentu.
-
Menjelaskan proses terjadinya sesuatu berdasarkan sebab-akibat.
-
Meningkatkan wawasan dan pengetahuan pembaca tentang fenomena alam atau sosial.
-
Mendorong berpikir kritis melalui pemahaman logika dan hubungan peristiwa.
Teks eksplanasi tidak bertujuan untuk membujuk atau menghibur, melainkan mendidik dan menjelaskan.
Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Untuk mengenali teks eksplanasi, kita perlu memahami ciri-ciri khasnya. Berikut adalah karakteristik utama teks eksplanasi:
-
Bersifat informatif.
Teks ini memberikan penjelasan berdasarkan fakta dan data, bukan opini pribadi. -
Menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”.
Dua pertanyaan ini menjadi inti dalam teks eksplanasi karena berhubungan dengan proses sebab-akibat. -
Mengandung urutan peristiwa (kronologis).
Penjelasan disusun secara berurutan, biasanya dari penyebab hingga akibat. -
Menggunakan konjungsi kausal dan kronologis.
Seperti kata karena, akibatnya, oleh sebab itu, kemudian, setelah itu, selanjutnya. -
Menggunakan istilah ilmiah.
Terutama pada teks eksplanasi ilmiah, digunakan kosakata teknis seperti evaporasi, kondensasi, erosi, fotosintesis, dan sebagainya. -
Struktur sistematis.
Teks eksplanasi tersusun dalam tiga bagian utama: pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi.
Struktur Teks Eksplanasi
Inilah bagian inti dari pembahasan. Struktur teks eksplanasi terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
1. Pernyataan Umum (Identifikasi Fenomena)
Bagian ini berfungsi untuk memperkenalkan fenomena yang akan dijelaskan. Penulis menyajikan gambaran umum atau definisi dari peristiwa tersebut.
Tujuannya adalah memberikan konteks awal agar pembaca memahami topik yang akan dibahas.
Contoh:
“Gempa bumi merupakan getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam kerak bumi secara tiba-tiba.”
Pernyataan umum ini memberi gambaran singkat tentang apa itu gempa bumi sebelum masuk ke tahap penjelasan detail.
2. Deretan Penjelas (Urutan Sebab dan Akibat / Proses Terjadinya)
Bagian ini menjadi inti dari teks eksplanasi. Di sini penulis menjabarkan proses terjadinya fenomena secara berurutan, logis, dan faktual.
Deretan penjelas bisa disusun berdasarkan:
-
Urutan kausalitas (sebab-akibat)
Misalnya: “Karena tekanan udara tinggi di satu wilayah, maka udara bergerak ke daerah bertekanan rendah, sehingga timbullah angin.” -
Urutan kronologis (urutan waktu)
Misalnya: “Pertama, air laut menguap karena panas matahari. Kedua, uap air naik dan membentuk awan. Ketiga, awan menjadi berat dan turun sebagai hujan.”
Bagian ini bisa terdiri dari beberapa paragraf tergantung kompleksitas fenomenanya.
3. Interpretasi (Kesimpulan atau Pandangan Umum)
Bagian terakhir berupa penutup atau rangkuman umum dari penjelasan sebelumnya. Biasanya berisi kesimpulan, refleksi, atau dampak fenomena terhadap kehidupan manusia.
Contoh:
“Dengan demikian, gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang tidak dapat dicegah, namun manusia dapat meminimalkan dampaknya melalui mitigasi bencana.”
Bagian ini sering juga menyiratkan pesan moral atau saran ilmiah, walaupun tetap dalam ranah informatif.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Selain struktur, teks eksplanasi juga memiliki ciri khas dalam penggunaan bahasanya. Berikut beberapa kaidah kebahasaan penting:
-
Konjungsi kausalitas dan kronologis
Digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat atau urutan peristiwa, seperti: karena, sebab itu, oleh karena itu, kemudian, selanjutnya, akhirnya. -
Kata benda umum (nomina generik)
Contoh: gunung, hujan, air, manusia, udara. -
Kata kerja material dan relasional
-
Material: menunjukkan tindakan nyata (meletus, menguap, mengalir).
-
Relasional: menunjukkan hubungan (terjadi, menyebabkan, menimbulkan).
-
-
Istilah ilmiah atau teknis
Sesuai bidang bahasan, misalnya pada teks biologi, fisika, atau sosial. -
Kalimat pasif
Sering digunakan untuk menekankan proses, bukan pelaku. Contoh: Awan terbentuk akibat pendinginan udara lembap. -
Tense waktu (untuk teks bahasa Inggris)
Dalam teks eksplanasi bahasa Indonesia, umumnya menggunakan bentuk waktu sekarang (present tense) untuk menggambarkan fakta umum.
Jenis-Jenis Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan fenomena yang dijelaskan:
1. Teks Eksplanasi Alam
Menjelaskan proses atau peristiwa yang terjadi secara alamiah tanpa campur tangan manusia.
Contoh:
-
Proses terjadinya hujan
-
Pembentukan pelangi
-
Siklus air
-
Gunung meletus
-
Gempa bumi
2. Teks Eksplanasi Sosial
Menjelaskan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia.
Contoh:
-
Kemacetan lalu lintas
-
Urbanisasi
-
Pengangguran
-
Perubahan sosial akibat globalisasi
3. Teks Eksplanasi Budaya
Menjelaskan asal-usul atau proses terbentuknya suatu tradisi, adat, atau kebiasaan dalam masyarakat.
Contoh:
-
Asal mula upacara adat
-
Proses terbentuknya tarian daerah
-
Perubahan budaya akibat teknologi
4. Teks Eksplanasi Ilmiah
Menjelaskan fenomena berdasarkan kajian ilmiah dengan bahasa teknis dan data akurat.
Contoh:
-
Proses fotosintesis
-
Terjadinya pemanasan global
-
Evolusi makhluk hidup
Contoh Struktur Teks Eksplanasi Lengkap
Agar lebih memahami penerapan strukturnya, berikut contoh teks eksplanasi bertema Proses Terjadinya Hujan.
Pernyataan Umum
Hujan adalah salah satu bentuk presipitasi yang berasal dari proses penguapan air di permukaan bumi, yang kemudian mengalami kondensasi dan jatuh kembali ke tanah dalam bentuk tetesan air. Fenomena ini merupakan bagian dari siklus air yang terjadi secara terus-menerus di bumi.
Deretan Penjelas
Proses terjadinya hujan diawali dengan penguapan (evaporasi) air laut, sungai, dan danau akibat panas matahari. Uap air yang dihasilkan kemudian naik ke atmosfer. Semakin tinggi uap air naik, suhunya semakin rendah sehingga terjadi kondensasi, yaitu perubahan wujud dari gas menjadi cair dan membentuk awan.
Ketika partikel air dalam awan semakin banyak dan berat, gaya gravitasi bumi menariknya turun ke permukaan sebagai hujan. Namun, tidak semua awan menghasilkan hujan; hanya awan yang memiliki kandungan air cukup banyak dan suhu yang mendukung proses presipitasi.
Faktor lain seperti angin dan tekanan udara juga memengaruhi proses pembentukan hujan. Angin yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke rendah membawa uap air ke wilayah tertentu sehingga mempercepat proses pembentukan awan hujan.
Interpretasi
Dengan demikian, hujan merupakan hasil dari proses alam yang kompleks melibatkan penguapan, kondensasi, dan presipitasi. Proses ini sangat penting bagi kehidupan karena menjaga keseimbangan air di bumi. Tanpa hujan, kehidupan di darat akan kekurangan sumber air dan ekosistem akan terganggu.
Analisis Struktur dari Contoh di Atas
| Bagian Struktur | Isi Paragraf | Fungsi |
|---|---|---|
| Pernyataan Umum | Menjelaskan pengertian hujan dan kaitannya dengan siklus air. | Memberikan gambaran umum. |
| Deretan Penjelas | Menjelaskan tahap-tahap proses terjadinya hujan (evaporasi, kondensasi, presipitasi). | Menjabarkan proses dan sebab-akibat. |
| Interpretasi | Menyimpulkan pentingnya hujan bagi kehidupan. | Memberi kesimpulan dan refleksi. |
Pentingnya Memahami Struktur Teks Eksplanasi
Pemahaman terhadap struktur teks eksplanasi memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
-
Meningkatkan kemampuan berpikir logis.
Karena teks ini berfokus pada sebab-akibat dan urutan proses. -
Membantu dalam pembelajaran ilmiah.
Hampir semua pelajaran sains dan sosial menggunakan pola eksplanatif. -
Menumbuhkan literasi informasi.
Pembaca belajar memilah fakta dan opini dengan lebih kritis. -
Melatih keterampilan menulis akademik.
Struktur sistematisnya menjadi dasar penulisan laporan, artikel ilmiah, dan karya tulis.
Kesalahan Umum dalam Menulis Teks Eksplanasi
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan penulis pemula antara lain:
-
Tidak memisahkan pernyataan umum dan penjelasan.
Akibatnya struktur teks menjadi rancu. -
Mengandung opini pribadi.
Padahal teks eksplanasi seharusnya objektif. -
Tidak berurutan secara logis.
Penjelasan melompat-lompat sehingga membingungkan pembaca. -
Kurang menggunakan istilah ilmiah.
Membuat teks terkesan umum dan kurang kredibel. -
Tidak menambahkan interpretasi atau kesimpulan.
Sehingga teks terasa menggantung.
Teks eksplanasi merupakan bentuk tulisan yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena secara logis, ilmiah, dan sistematis. Struktur utamanya terdiri dari pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Melalui struktur tersebut, pembaca dapat memahami suatu fenomena dari penyebab hingga akibatnya.
Pemahaman yang baik tentang struktur teks eksplanasi tidak hanya membantu dalam menulis teks ilmiah, tetapi juga menumbuhkan cara berpikir kritis dan analitis terhadap berbagai fenomena kehidupan. Dalam era informasi seperti sekarang, kemampuan menjelaskan fakta secara objektif menjadi keterampilan penting bagi pelajar, peneliti, maupun masyarakat umum.
MASUK PTN